U2 Indonesia

Tuesday, November 20, 2018

Apa kata mereka...

It's never about competing with other bands. We compete with ourselves, with the idea of not becoming crap like everyone else does. Because the only way you can justify living like this - with your fancy houses and no money problems - is surely not to be crap.  (Bono)

U2~clopedia

Beberapa artis yang pernah membawakan U2 cover version diantaranya: Pet Shop Boys, Pearl Jam, The Chimes, Muse, Keane, dan musisi seperti Cassandra Wilson, Joe Cocker & Johnny Cash.

Menyambung tulisan saya sebelumnya, ada masalah lain yang menjadi concern saya mengenai konsep yang di usung oleh (RED)Wire, yeah… konsep digital.

Tidak bisa dipungkiri lagi, sudah mulai terlihat bahwa para penyanyi mulai melirik dunia digital sebagai salah satu bentuk penjualan masa depan. Saya amati, beberapa album keluaran beberapa artis mulai memasukan “hidden track/special track” jika dibelinya lewat iTunes.

Sebenarnya saya secara pribadi lebih menyukai konsep tersebut, tapi satu kendala bagi kita di Indonesia adalah masalah kredibilitas… beberapa situs online tidak menerima pembayaran dari kartu kredit Indonesia. Well, tapi bukan berarti dunia kiamat kan.. masih ada Paypal

Kenapa hal ini menjadi perhatian saya, karena saya merasa konsep ini akan digunakan oleh U2 nantinya. Celaka-lah kita kalau situs yang menjual “apa pun” dari U2 tidak menerima pembayaran kartu kredit dari Indonesia. Memang masih ada “cara-cara lain” tapi tetap saja akan membuat panik.

Kita tau bahwa U2 selalu mengikuti update teknologi yang ada, manajemen yang menaungi mereka bukan manajemen kacangan, orang-orang dibalik kesuksesan U2 bukan orang sembarangan.
Beberapa petunjuk sudah diberikan; album baru U2 konon akan memberikan nuansa baru, manajemen fans club akan mengalami perubahan, situs U2.com akan melakukan re-design yang akan mempengaruhi konsep membership dan pembelian online mereka, itu baru sebagian…
Jadi segala bentuk perubahan pasti akan terjadi, dan jika mereka berubah, para penggemarnya pun harus ikut berubah.. masalahnya semoga saja perubahan itu sejalan dengan infrastruktur di negara masing-masing.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib penggemar-penggemar U2 yang masih kesulitan dengan koneksi internet, hanya menunggu berita dari majalah.. itupun kalau majalah tidak terlambat mengeluarkan beritanya dan tidak salah menerjemahkan… dan kalau pengirimannya lancar sampai kerumah.

Comments are now closed for this entry